Babe News - Jakarta, 03/03/2026. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional masih dalam kondisi aman. Menurutnya, stok yang tersedia saat ini diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan sekitar 20 hari ke depan.
Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil saat tiba di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (2/3/2026), sebelum menghadiri rapat bersama Presiden RI Prabowo Subianto. Rapat itu membahas dampak situasi geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah terhadap sektor energi nasional.
“Masih cukup, sekitar 20 hari,” ujar Bahlil singkat kepada awak media.
Ia juga menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada kendala terkait distribusi maupun kebijakan subsidi BBM di dalam negeri. Pemerintah, kata dia, terus memantau perkembangan global agar tidak berdampak langsung pada ketersediaan energi di Indonesia.
Meski demikian, Bahlil mengakui gejolak di Timur Tengah berpotensi memengaruhi harga minyak mentah dunia. Ketegangan politik dan konflik terbuka di kawasan tersebut dinilai bisa memicu penyesuaian atau koreksi harga di pasar internasional.
“Sampai hari ini tidak ada masalah. Tapi harga minyak dunia biasanya akan terkoreksi ketika situasi geopolitik memanas seperti sekarang,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, Kementerian ESDM dijadwalkan menggelar rapat dengan Dewan Energi Nasional (DEN). Pertemuan itu bertujuan untuk mengkaji dampak konflik terhadap ketahanan energi Indonesia serta merumuskan langkah strategis ke depan.
“Besok saya akan rapat dengan Dewan Energi Nasional. Setelah ada hasil analisis dan kajian dari DEN, baru akan kami sampaikan secara resmi,” tambahnya.
Situasi global sendiri tengah memanas setelah Iran dilaporkan menutup Selat Hormuz sebagai respons atas serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2/2026) waktu setempat. Israel lebih dulu mengonfirmasi serangan tersebut, disusul pernyataan resmi Presiden AS Donald Trump yang menyatakan negaranya ikut terlibat dalam operasi militer terhadap Iran.
Serangan tersebut ditandai dengan rentetan misil yang menghantam sejumlah titik di Teheran, termasuk kawasan Narmak yang diketahui sebagai lingkungan tempat tinggal mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad.
Iran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan ke sejumlah fasilitas militer yang berkaitan dengan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Beberapa pangkalan yang dilaporkan menjadi sasaran antara lain Al Udeid di Qatar, Al-Salem di Kuwait, Al-Dhafra di Uni Emirat Arab, serta Markas Armada Kelima AS di Bahrain.
Sumber : kompascom
Editor : Tia



