Amsal Sitepu Menangis di Rapat DPR, Tegaskan Dirinya Hanya Pekerja Kreatif

Babe News - Bekasi, 31/03/2026. Videografer asal Sumatra Utara, Amsal Sitepu, tak mampu menahan emosi saat mengikuti rapat audiensi Komisi III DPR RI secara daring. Dalam forum tersebut, ia menyampaikan pembelaan terkait kasus yang menjeratnya, di mana dirinya dituntut hukuman dua tahun penjara atas dugaan korupsi dalam proyek pembuatan video profil desa di Kabupaten Karo.
Dalam keterangannya, Amsal Sitepu menegaskan bahwa dirinya hanyalah pekerja di bidang ekonomi kreatif. Ia mengaku tidak memiliki kewenangan dalam pengelolaan anggaran, melainkan hanya menjalankan pekerjaan sesuai permintaan proyek.
Dengan suara bergetar, ia menyampaikan bahwa perannya sebatas menyediakan jasa pembuatan konten. Menurutnya, jika memang terdapat ketidaksesuaian dalam anggaran, seharusnya pihak terkait dapat menolak sejak awal, bukan berujung pada proses hukum terhadap dirinya.
Amsal juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap dampak kasus ini bagi para pekerja kreatif lainnya. Ia menilai, kondisi tersebut bisa membuat pelaku industri kreatif menjadi ragu untuk bekerja sama dengan pemerintah di masa depan.
Proyek yang dikerjakan Amsal sendiri dilakukan pada masa pandemi, dengan tujuan membantu promosi daerah melalui pembuatan video profil lebih dari 20 desa di Kabupaten Karo. Ia menyebut karya tersebut juga mengangkat potensi dan kearifan lokal setempat.
Namun di sisi lain, jaksa menilai terdapat dugaan penggelembungan anggaran dalam proyek tersebut. Nilai yang ditetapkan untuk setiap paket video disebut mencapai Rp30 juta dan dianggap tidak sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB) yang seharusnya.
Kasus ini dinilai melanggar aturan pengelolaan keuangan desa yang mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kedisiplinan anggaran. Berdasarkan hasil audit, dugaan kerugian negara dalam proyek tersebut mencapai sekitar Rp202 juta.
Amsal sendiri menyatakan tetap mencintai daerah asalnya meskipun tengah menghadapi persoalan hukum. Ia berharap kasus ini dapat dilihat secara adil sesuai dengan peran dan kapasitasnya sebagai pekerja kreatif.

Sumber : CNN INDONESIA
Editor : Tia
Share:

Terungkap! Fakta-fakta Penemuan Mayat Mutilasi di Freezer Kios Ayam Geprek Bekasi

Babe News - Bekasi, 31/03/2026. Kasus penemuan jasad pria dalam kondisi termutilasi di dalam freezer kios ayam geprek di Serang Baru, Kabupaten Bekasi, terus menjadi perhatian. Korban diketahui berinisial AH, seorang pekerja sekaligus petugas keamanan di lokasi tersebut.
Berikut sejumlah fakta yang terungkap dari kasus ini:
Ditemukan Pemilik Usaha Usai Mudik
Peristiwa ini terungkap pada Senin (30/3) pagi, saat pemilik kios baru kembali dari mudik di Cilacap. Ia merasa curiga karena mencium bau tidak sedap dari arah freezer yang terkunci. Saat dibuka, ia terkejut menemukan jasad korban yang sudah tidak utuh, tersimpan di antara daging ayam beku.
Kondisi Korban Tidak Utuh dan Dibungkus
Saat ditemukan, tubuh korban sudah dalam kondisi mengenaskan karena bagian tangan dan kaki tidak ada. Jasad tersebut juga diketahui telah dibungkus menggunakan kain dan plastik sebelum dimasukkan ke dalam freezer.
Pemilik kios menyebut korban merupakan pekerja lepas sekaligus petugas keamanan di lingkungan ruko tersebut. Ia juga mengaku kehilangan kontak dengan korban sejak Jumat (27/3).
Barang Operasional Ikut Hilang
Selain penemuan jasad, pemilik kios juga melaporkan hilangnya dua unit sepeda motor yang biasa digunakan untuk operasional, serta sejumlah uang tunai. Hingga kini, belum dipastikan apakah kehilangan tersebut berkaitan langsung dengan kasus pembunuhan.
Pelaku Ternyata Rekan Kerja Korban
Pihak kepolisian berhasil mengungkap bahwa pelaku merupakan dua orang yang bekerja di tempat yang sama dengan korban. Keduanya berinisial S (27) dan DS alias ANS (24), yang masing-masing berperan sebagai pelayan dan juru masak di kios tersebut.
Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Abdul Rahim, membenarkan bahwa kedua pelaku telah diamankan dan kini tengah menjalani pemeriksaan intensif.
Potongan Tubuh Ditemukan di Wilayah Bogor
Dari hasil pengembangan kasus, polisi juga menemukan bagian tubuh korban yang sebelumnya hilang di wilayah Cariu, Bogor, Jawa Barat. Temuan ini menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan.
Meski sejumlah fakta telah terungkap, pihak kepolisian masih terus mendalami kronologi lengkap serta motif di balik aksi keji tersebut.

Sumber : CNN Indonesia
Editor : Tia
Share:

Ngaku Aparat saat Lawan Arah, Pemotor di Cakung Diamankan Polisi dan Sampaikan Permintaan Maaf

Babe News - Bekasi, 30/03/2026. Aksi seorang pengendara motor yang melawan arah di Jalan Raya Bekasi KM 21, Cakung Barat, Jakarta Timur, viral di media sosial. Dalam video yang beredar, pengendara tersebut sempat mengaku sebagai aparat saat ditegur oleh pengguna jalan lain.
Peristiwa itu terjadi pada Kamis (26/3/2026). Dalam rekaman video, terlihat seorang pengendara motor yang melaju dari arah berlawanan tanpa mengenakan helm. Aksinya kemudian dihentikan oleh pengendara lain yang merasa tindakan tersebut membahayakan.
Saat ditegur, pengendara yang diketahui bernama Farhan Fujianto justru merespons dengan nada tinggi. Ia berdalih hanya ingin menuju sebuah minimarket yang jaraknya tidak jauh. Meski sudah diingatkan bahwa melawan arah adalah pelanggaran, Farhan tetap bersikeras melanjutkan perjalanan.
Situasi sempat memanas ketika Farhan mengaku sebagai aparat dan meminta perekam membuka helmnya. Namun setelah perdebatan berlangsung, ia akhirnya memilih untuk memutar balik kendaraannya.
Menindaklanjuti video yang viral tersebut, pihak kepolisian dari Polsek Cakung melakukan penyelidikan. Hasilnya, pelaku berhasil diidentifikasi dan diamankan untuk dimintai keterangan.
Kanit Reskrim Polsek Cakung, Zen, memastikan bahwa pelaku bukan merupakan anggota aparat seperti yang diakuinya dalam video. Ia hanya warga sipil biasa yang melakukan pelanggaran lalu lintas.
Setelah diamankan, Farhan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui video yang diunggah oleh pihak kepolisian. Ia mengakui kesalahannya karena melawan arus dan memberikan keterangan yang tidak benar dengan mengaku sebagai aparat.
Dalam pernyataannya, Farhan meminta maaf kepada masyarakat, pihak kepolisian, serta semua pihak yang merasa dirugikan atas kejadian tersebut. Ia juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya di kemudian hari.

Sumber : Kompascom
Editor : Tia
Share:

Berita Populer