Jalan Rusak di Pasar Baru Kranji Diperbaiki, Warga Singgung Efek Viral

Babe News - Bekasi, 27/03/2026. Perbaikan jalan rusak di kawasan Pasar Baru Kranji, Jalan Patriot, Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, menuai beragam tanggapan dari warga. Meski perbaikan akhirnya dilakukan, sejumlah warga menilai langkah tersebut baru diambil setelah kondisi jalan ramai diperbincangkan di media sosial.
Sebelumnya, jalan di area tersebut diketahui mengalami kerusakan cukup parah. Permukaannya tidak rata, bergelombang, serta terdapat lubang yang memanjang, sehingga membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara motor.
Salah satu pengunjung pasar, Heri (45), mengungkapkan bahwa perbaikan terkesan dilakukan setelah viral. Menurutnya, kondisi jalan sudah lama dikeluhkan, namun baru ditindaklanjuti setelah mendapat perhatian luas di media sosial.
Ia berharap pemerintah bisa lebih cepat merespons laporan masyarakat, terutama terkait infrastruktur yang berhubungan langsung dengan keselamatan. “Jangan tunggu viral dulu baru diperbaiki,” ujarnya.
Hal senada disampaikan warga lain, Zaenab (46), yang menyebut perbaikan sudah mulai dilakukan sejak Kamis pagi (26/3/2026). Ia menjelaskan, kerusakan jalan tersebut sebenarnya sudah berlangsung sekitar dua tahun terakhir, diduga akibat aktivitas pembangunan pasar dan lalu lintas kendaraan berat yang melintas di kawasan tersebut.
Meski sudah diperbaiki, Zaenab menilai metode tambal sulam bukan solusi jangka panjang. Ia khawatir kerusakan akan kembali terjadi dalam waktu dekat jika tidak dilakukan perbaikan secara menyeluruh, seperti pengaspalan ulang.
Menurutnya, kondisi jalan yang rusak sebelumnya memang belum sampai menimbulkan kecelakaan serius, namun cukup berisiko, terutama saat hujan karena permukaan menjadi licin.
Sementara itu, pihak terkait dari Pemkot Bekasi belum memberikan keterangan resmi terkait perbaikan tersebut hingga saat ini.

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

Arus Balik Lebaran di Stasiun Bekasi Membludak, Kedatangan Penumpang Masih Dominan

Babe News - Bekasi, 27/03/2026. Pergerakan arus balik Lebaran 2026 melalui jalur kereta api di wilayah Bekasi masih cukup tinggi. Hingga Kamis (26/3) pagi sekitar pukul 09.00 WIB, jumlah penumpang yang tiba di Stasiun Bekasi tercatat mencapai 8.477 orang.
Angka tersebut lebih besar dibandingkan jumlah penumpang yang berangkat dari stasiun yang sama pada hari itu, yakni sekitar 5.448 orang. Kondisi ini menunjukkan bahwa arus balik masih berlangsung dan didominasi oleh kedatangan masyarakat dari berbagai daerah menuju kawasan penyangga ibu kota.
Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa tren ini sudah terlihat sejak awal periode arus balik. Ia menyebutkan, sejak 23 Maret hingga 1 April 2026, jumlah penumpang yang datang ke wilayah Daop 1 Jakarta terus lebih tinggi dibandingkan yang berangkat.
Sebagian besar penumpang yang tiba di Bekasi diketahui berasal dari berbagai kota di Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, hingga beberapa wilayah di Jawa Barat.
Secara keseluruhan, pada 26 Maret 2026, total penumpang yang tiba di wilayah Daop 1 Jakarta mencapai 52.471 orang. Sementara itu, jumlah penumpang yang berangkat tercatat sebanyak 33.520 orang.
Jika dibandingkan dengan periode mudik sebelumnya, yakni 11 hingga 20 Maret 2026, tren justru berbanding terbalik. Saat itu, jumlah penumpang yang berangkat dari Stasiun Bekasi mencapai 65.680 orang, sedangkan yang datang hanya sekitar 39.796 orang.
Pada hari H Lebaran, tepatnya 21–22 Maret 2026, jumlah penumpang yang berangkat dari Bekasi tercatat sebanyak 15.253 orang, sementara penumpang yang tiba mencapai 9.288 orang.
PT KAI juga mencatat tingkat keterisian kursi kereta api jarak jauh selama masa angkutan Lebaran mencapai 79 persen. Dari total kapasitas 1.083.674 tempat duduk, sebanyak 858.748 tiket telah terjual.
Meski arus balik masih berlangsung cukup padat, KAI memastikan ketersediaan tiket masih mencukupi. Hingga awal April, masih tersedia sekitar 198.535 kursi untuk perjalanan kereta api jarak jauh.

Sumber : Radar Bekasi
Editor : Tia
Share:

Pasca Lebaran, Pemkot Bekasi Terapkan WFA untuk ASN hingga 27 Maret 2026

Babe News - Bekasi, 27/03/2026. Pemerintah Kota Bekasi memberlakukan sistem kerja fleksibel bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setelah libur panjang Lebaran 1447 Hijriah. Melalui kebijakan ini, sebagian pegawai diperbolehkan bekerja dengan skema work from anywhere (WFA) hingga Jumat, 27 Maret 2026.
Aturan tersebut tertuang dalam surat edaran resmi Wali Kota Bekasi yang mengatur penyesuaian pelaksanaan tugas kedinasan selama masa libur cuti bersama Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi. Kebijakan ini diambil sebagai langkah untuk menjaga keseimbangan antara fleksibilitas kerja dan efektivitas kinerja ASN.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menjelaskan bahwa dari total 19.425 ASN di lingkungan Pemkot Bekasi, sebanyak 12.017 orang atau sekitar 61,9 persen menjalankan tugas dengan sistem WFA. Sementara itu, 7.411 ASN lainnya tetap bekerja dari kantor atau work from office (WFO).
Secara keseluruhan, sekitar 37,4 persen ASN telah menjalani sistem WFA selama tiga hari pasca cuti bersama, yaitu pada 25 hingga 27 Maret 2026. Kebijakan ini diharapkan mampu membantu ASN beradaptasi kembali ke ritme kerja setelah libur panjang, tanpa mengganggu produktivitas.
Tri menegaskan bahwa meskipun ada penyesuaian sistem kerja, pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan optimal. Ia memastikan seluruh perangkat daerah tetap siaga agar kebutuhan publik tetap terpenuhi seperti biasa.
Selain itu, momen pasca Lebaran dinilai penting untuk kembali meningkatkan fokus kerja dan kualitas pelayanan. Pemkot Bekasi juga berharap kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah tetap terjaga dengan baik.

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

Berita Populer