Bekasi, 04 Juni 2026 - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi tajam pada perdagangan dengan penurunan 4,11 persen atau 254,360 poin ke level 5.941,066. Sepanjang perdagangan, IHSG bahkan sempat menyentuh posisi terendah harian di level 5.841,996.
Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menilai pelemahan IHSG tidak hanya dipengaruhi sentimen global, seperti meningkatnya tensi konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang mendorong kenaikan harga minyak dunia, tetapi juga dipicu sejumlah faktor domestik yang belum menemukan kepastian.
Menurut Hendra, pelemahan nilai tukar rupiah yang mendekati Rp18.000 per dolar AS, kekhawatiran terhadap implementasi kebijakan ekspor satu pintu, serta berlanjutnya arus keluar modal asing menjadi faktor utama yang menekan pasar domestik. Kondisi ini terjadi di tengah mayoritas bursa saham Asia yang justru mencatat penguatan.
Ia menilai pasar lebih mempertimbangkan persepsi risiko dan prospek ekonomi ke depan dibandingkan pernyataan optimistis. Kesenjangan antara narasi fundamental ekonomi yang dinilai kuat dengan realitas pasar, seperti pelemahan rupiah, buruknya kinerja IHSG sepanjang 2026, dan aksi jual investor asing, disebut turut memengaruhi kepercayaan pelaku pasar.
Data perdagangan menunjukkan investor asing kembali mencatatkan aksi jual bersih (net sell) sekitar Rp864 miliar pada perdagangan Rabu. Sementara secara akumulatif sejak awal tahun, dana asing yang keluar dari pasar saham Indonesia tercatat telah mencapai sekitar Rp67 triliun.
Pengamat menilai kepercayaan investor menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pasar keuangan. Ketidakpastian kebijakan dan meningkatnya risiko ekonomi dapat mendorong investor untuk menahan investasi atau mengalihkan modal ke negara lain yang dinilai lebih stabil.
Sumber : Kompas.com
Editor : Rey