Dua Pelaku Pencurian Modus Pecah Kaca di Bekasi Ditangkap Saat Bersembunyi di Bogor

Babe News - Bekasi, 21/02/2026. Aksi pencurian dengan modus pecah kaca yang terjadi di wilayah Bekasi, Jawa Barat, akhirnya berhasil diungkap. Dua pria yang diduga sebagai pelaku diringkus aparat kepolisian saat bersembunyi di sebuah rumah kontrakan di Desa Gandoang, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.
Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison, menjelaskan bahwa penangkapan dilakukan pada Junat (20/2/2026) setelah pihaknya menerima informasi terkait keberadaan pelaku. Kasus ini bermula dari laporan korban di Bekasi yang kehilangan sejumlah barang berharga akibat aksi pencurian.
Menurut Edison, korban melaporkan kejadian tersebut setelah mendapati indikasi bahwa pelaku terdeteksi berada di wilayah Cileungsi. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti oleh jajaran Polsek Cileungsi dengan melakukan penyelidikan dan pelacakan.
Digerebek di Rumah Kontrakan
Setelah memastikan lokasi persembunyian, polisi langsung mendatangi rumah kontrakan yang dicurigai di kawasan Gandoang. Dalam penggerebekan tersebut, dua orang pria berhasil diamankan di dalam kontrakan. Korban pun turut hadir saat proses penggerebekan berlangsung.
Di lokasi, petugas menemukan tas milik korban yang sebelumnya dilaporkan hilang. Namun, sejumlah barang berharga di dalamnya sudah tidak ditemukan.
Tak hanya itu, polisi juga mendapati puluhan tas dan dompet lain yang diduga merupakan hasil tindak kejahatan serupa. Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa kedua pelaku telah beberapa kali melakukan aksi pencurian.
Dokumen Penting Ditemukan, Barang Berharga Hilang
Dari hasil pemeriksaan di lokasi, petugas menemukan berbagai dokumen penting milik korban, seperti KTP, STNK, SIM, kunci sepeda motor, kartu ATM, buku tabungan, hingga flashdisk. Meski begitu, barang-barang bernilai tinggi seperti telepon genggam dan laptop tidak ditemukan, diduga telah dijual atau dipindahkan ke tempat lain.
Setelah diamankan, kedua pelaku selanjutnya diserahkan ke pihak kepolisian di Bekasi untuk proses penyelidikan dan pengembangan kasus lebih lanjut. Hal ini dilakukan karena lokasi utama tindak pencurian berada di wilayah Bekasi.

Sumber : detikcom
Editor : Tia
Share:

Atasi Banjir Bogor–Bekasi, Pemerintah Siapkan Pembangunan 8 Kolam Retensi

Babe News - Jawa Barat, 21/02/2026. Upaya pengendalian banjir di wilayah aliran Sungai Cileungsi dan Cikeas, Jawa Barat, terus diperkuat. Dua sungai tersebut selama ini kerap meluap dan berdampak pada sejumlah kawasan di Bogor hingga Bekasi saat curah hujan tinggi.
Ketua KP2C (Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas), Puarman, mengungkapkan bahwa selain normalisasi sungai, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum juga merencanakan pembangunan delapan kolam retensi. Infrastruktur ini disiapkan untuk menahan dan menampung air saat debit sungai meningkat drastis.
Menurut Puarman, total kapasitas tampungan dari delapan kolam retensi tersebut diperkirakan mencapai sekitar 6,3 juta meter kubik air. Ia menilai, keberadaan kolam retensi sangat penting sebagai solusi jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir berulang.
Empat Lokasi Dinilai Paling Strategis
Dari delapan kolam yang direncanakan, terdapat empat lokasi yang dianggap paling efektif dalam membantu pengendalian banjir.
Dua di antaranya berada di Kabupaten Bogor, tepatnya di Tlajung Uduk 1 dan Tlajung Uduk 2. Kedua kolam ini diproyeksikan mampu menampung sekitar 2,6 juta meter kubik air.
Sementara itu, di Kota Bekasi, kolam retensi akan dibangun di Kecamatan Bantar Gebang dengan kapasitas sekitar 1 juta meter kubik. Selain itu, kawasan Kemang Pratama di Kecamatan Rawa Lumbu juga masuk dalam rencana pembangunan, dengan kapasitas tampung mencapai 2 juta meter kubik.
Puarman menyebut, kombinasi kolam retensi tersebut diharapkan mampu “memarkir” air saat debit Sungai Cileungsi dan Cikeas meningkat, sehingga limpasan ke permukiman warga bisa ditekan secara signifikan.
Dorongan Percepatan Pembangunan
Puarman juga mendorong agar proses pembangunan tidak berlarut-larut. Ia menilai percepatan realisasi proyek ini sangat penting, mengingat wilayah Bogor dan Bekasi kerap terdampak banjir saat intensitas hujan tinggi.
Ia mencontohkan kejadian pada 11 Februari 2026 lalu, ketika kenaikan tinggi muka air (TMA) Sungai Cileungsi sempat mengancam sejumlah kawasan. Dari pengalaman tersebut, ia berharap pemerintah dapat mengambil langkah lebih cepat agar dampak banjir ke depan dapat diminimalkan.
Kolam retensi di Bantar Gebang serta konsep long storage di Kemang Pratama disebut menjadi bagian penting dalam strategi pengendalian banjir di Kota Bekasi.

Sumber : detikcom
Editor : Tia
Share:

Atasi Banjir Bogor–Bekasi, Pemerintah Siapkan Pembangunan 8 Kolam Retensi

Babe News - Jawa Barat, 21/02/2026. Upaya pengendalian banjir di wilayah aliran Sungai Cileungsi dan Cikeas, Jawa Barat, terus diperkuat. Dua sungai tersebut selama ini kerap meluap dan berdampak pada sejumlah kawasan di Bogor hingga Bekasi saat curah hujan tinggi.
Ketua KP2C (Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas), Puarman, mengungkapkan bahwa selain normalisasi sungai, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum juga merencanakan pembangunan delapan kolam retensi. Infrastruktur ini disiapkan untuk menahan dan menampung air saat debit sungai meningkat drastis.
Menurut Puarman, total kapasitas tampungan dari delapan kolam retensi tersebut diperkirakan mencapai sekitar 6,3 juta meter kubik air. Ia menilai, keberadaan kolam retensi sangat penting sebagai solusi jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir berulang.
Empat Lokasi Dinilai Paling Strategis
Dari delapan kolam yang direncanakan, terdapat empat lokasi yang dianggap paling efektif dalam membantu pengendalian banjir.
Dua di antaranya berada di Kabupaten Bogor, tepatnya di Tlajung Uduk 1 dan Tlajung Uduk 2. Kedua kolam ini diproyeksikan mampu menampung sekitar 2,6 juta meter kubik air.
Sementara itu, di Kota Bekasi, kolam retensi akan dibangun di Kecamatan Bantar Gebang dengan kapasitas sekitar 1 juta meter kubik. Selain itu, kawasan Kemang Pratama di Kecamatan Rawa Lumbu juga masuk dalam rencana pembangunan, dengan kapasitas tampung mencapai 2 juta meter kubik.
Puarman menyebut, kombinasi kolam retensi tersebut diharapkan mampu “memarkir” air saat debit Sungai Cileungsi dan Cikeas meningkat, sehingga limpasan ke permukiman warga bisa ditekan secara signifikan.
Dorongan Percepatan Pembangunan
Puarman juga mendorong agar proses pembangunan tidak berlarut-larut. Ia menilai percepatan realisasi proyek ini sangat penting, mengingat wilayah Bogor dan Bekasi kerap terdampak banjir saat intensitas hujan tinggi.
Ia mencontohkan kejadian pada 11 Februari 2026 lalu, ketika kenaikan tinggi muka air (TMA) Sungai Cileungsi sempat mengancam sejumlah kawasan. Dari pengalaman tersebut, ia berharap pemerintah dapat mengambil langkah lebih cepat agar dampak banjir ke depan dapat diminimalkan.
Kolam retensi di Bantar Gebang serta konsep long storage di Kemang Pratama disebut menjadi bagian penting dalam strategi pengendalian banjir di Kota Bekasi.

Sumber : detikcom
Editor : Tia
Share:

Berita Populer