Krisis Timur Tengah Picu Lonjakan Investasi Batu Bara Global, China dan India Jadi Penggerak Utama

 Bekasi, 30 Mei 2026 - Krisis energi global akibat konflik di Timur Tengah mendorong banyak negara kembali mengandalkan batu bara sebagai sumber energi yang dinilai lebih mudah diakses dan tersedia dalam jangka pendek. Laporan World Energy Investment 2026 dari International Energy Agency (IEA) menunjukkan investasi pasokan batu bara global diperkirakan mencapai 180 miliar dollar AS pada 2026.


Gangguan pasokan energi melalui Selat Hormuz membuat isu keamanan energi kembali menjadi perhatian utama. Kondisi ini mendorong negara-negara untuk memanfaatkan sumber energi domestik, termasuk batu bara, di samping energi terbarukan dan nuklir.


China menjadi penyumbang terbesar investasi batu bara dunia dengan porsi hampir 70 persen dari total investasi global. Sementara itu, India menempati posisi kedua dengan peningkatan investasi hingga tiga kali lipat dalam satu dekade terakhir.


IEA memperkirakan krisis energi saat ini akan memperkuat penggunaan batu bara di pasar-pasar utama Asia dalam jangka pendek, terutama untuk mempertahankan operasional pembangkit listrik tenaga batu bara yang sudah ada guna menjaga ketahanan pasokan energi.


Sumber:Kompas.com

Editor : rey 


Share:

Harga Minyak Dunia Anjlok Hingga 19 Persen Sepanjang Mei, Pasar Sambut Optimisme Kesepakatan AS-Iran


 Bekasi, 30 Mei 2026 - Harga minyak dunia mengalami penurunan tajam sepanjang Mei 2026 seiring meningkatnya harapan pasar terhadap tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi membuka kembali Selat Hormuz, jalur utama perdagangan energi global.


Harga minyak Brent turun lebih dari 19 persen selama Mei, mencatat penurunan bulanan terbesar sejak Maret 2020. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah hampir 17 persen, menjadi kinerja bulanan terburuk sejak April 2025.


Pada perdagangan Jumat (30/5/2026), harga WTI turun 1,73 persen menjadi 87,36 dollar AS per barel, sedangkan Brent melemah 1,77 persen ke level 92,05 dollar AS per barel. Pelemahan harga terjadi setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan rencana pertemuan untuk menentukan keputusan akhir terkait potensi kesepakatan dengan Iran.


Pelaku pasar menilai kesepakatan tersebut dapat mengurangi risiko gangguan pasokan minyak global, terutama jika Selat Hormuz kembali dibuka sepenuhnya. Namun, kesepakatan masih menunggu persetujuan akhir dari Trump dan mencakup sejumlah syarat terkait program nuklir Iran serta keamanan jalur pelayaran di kawasan tersebut.


Perkembangan negosiasi antara AS dan Iran saat ini menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi sentimen pasar energi global dan arah pergerakan harga minyak dalam beberapa bulan mendatang.


Sumber: Kompas.com 

Editor: Rey.


Share:

Diduga Edar sabu, Oknum ASN dan seorang pria ditangkap polisi di kabupaten bekasi

 Bekasi, 30 Mei 2026 - Polisi menangkap seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial N alias I di Kabupaten Bekasi atas dugaan keterlibatan dalam peredaran narkotika jenis sabu. Penangkapan dilakukan setelah petugas melakukan pemantauan di lokasi kerja terduga pelaku.


Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan enam paket plastik klip berisi sabu, dua unit telepon genggam, satu timbangan digital, serta satu pak plastik klip kosong yang diduga digunakan untuk aktivitas peredaran narkotika.


Selain itu, polisi juga mengamankan seorang pria berinisial D alias A di kediamannya di Kampung Gardusawah, Kalijaya, Cikarang Barat. Dari lokasi tersebut, petugas menemukan 10 paket sabu yang disimpan di bawah tempat tidur, beserta sejumlah barang bukti lain seperti timbangan digital, telepon genggam, potongan sedotan, plastik klip, lakban, dan gunting.


Kepala Seksi Humas Polres Metro Bekasi, Aliyani, mengatakan kedua tersangka beserta barang bukti telah diamankan untuk kepentingan penyidikan. Polisi saat ini masih melakukan pendalaman guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan peredaran narkotika yang lebih luas.


Sumber: Wartakotalive.com 

Editor: Rey.


Share:

Berita Populer