Pejabat Negara hingga 5.000 Warga Hadiri Open House Lebaran Presiden Prabowo di Istana

Babe news, Jakarta, 22/03/2026. Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di Istana Merdeka, Jakarta, saat Presiden Prabowo Subianto menggelar acara open house atau gelar griya dalam rangka Hari Raya Idul Fitri, Sabtu (21/3/2026). Acara ini dihadiri ribuan masyarakat serta sejumlah pejabat tinggi negara yang datang untuk bersilaturahmi.
Sejak siang hari, masyarakat umum sudah mulai memadati kawasan Istana Kepresidenan. Presiden Prabowo terlebih dahulu menyapa dan berinteraksi dengan warga sebelum kemudian menerima kedatangan para pejabat negara pada sesi berikutnya.
Tampak hadir sejumlah tokoh penting, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, serta Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Isyana Bagoes Oka. Selain itu, hadir pula Ketua MPR RI Ahmad Muzani dan Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin.
Sejumlah pejabat lainnya juga terlihat dalam antrean untuk bersalaman langsung dengan Presiden, seperti Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Investasi Rosan Perkasa Roeslani, hingga Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Mereka datang bersama keluarga dalam suasana santai namun tetap penuh penghormatan.
Sebelum menerima tamu undangan lainnya, Presiden Prabowo juga sempat menggelar silaturahmi khusus bersama Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo beserta keluarga masing-masing.
Tradisi gelar griya ini memang menjadi agenda rutin setiap Hari Raya Idul Fitri. Dalam kesempatan tersebut, Istana Kepresidenan dibuka untuk masyarakat umum sebagai bentuk kedekatan antara pemimpin negara dengan rakyatnya.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebutkan bahwa jumlah warga yang hadir diperkirakan mencapai sekitar 4.000 hingga 5.000 orang. Masyarakat diberikan kesempatan untuk datang secara sukarela, selama kapasitas masih memungkinkan.
Para pengunjung masuk melalui pintu belakang Istana Negara dan diarahkan menuju halaman tengah untuk bersalaman langsung dengan Presiden. Tak hanya itu, suasana Lebaran semakin terasa dengan sajian berbagai hidangan khas seperti ketupat, opor ayam, empal gentong, hingga bakso yang disediakan bagi para tamu.
Rangkaian acara berlangsung hingga sore hari dan ditutup sekitar pukul 18.00 WIB dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan.

Sumber : bekasi terkini
Editor : Tia
Share:

Tradisi Unik Duta Kranji: “Ular Tangga” Maaf-Maafan di Jalanan, Cara Warga Bekasi Efisiensi Waktu di Hari Lebaran

Babe news, bekasi, 22/03/2026. Suasana Lebaran di kawasan Duta Kranji, Bekasi Barat, tampak berbeda dari biasanya. Di tengah hiruk-pikuk arus mudik, warga Perumahan Duta Kranji justru merayakan Hari Raya dengan cara unik dan penuh kebersamaan. Pada Sabtu pagi (21/03/2026), ruas Jalan Kepodang Raya berubah menjadi lautan manusia yang berbaris panjang untuk mengikuti tradisi salaman massal yang dikenal sebagai “ular tangga”.
Tradisi ini sudah berlangsung sejak era 1990-an dan terus dilestarikan hingga kini. Usai pelaksanaan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah, warga dari berbagai kalangan langsung berkumpul di jalan utama perumahan. Mulai dari anak-anak hingga lansia ikut ambil bagian dalam barisan panjang yang membentuk lingkaran, menciptakan suasana hangat penuh keakraban.
Barisan tersebut kemudian bergerak perlahan, di mana setiap warga saling bersalaman satu per satu. Momen ini tidak hanya dipenuhi dengan saling memaafkan, tetapi juga diwarnai tawa, haru, dan kebersamaan yang terasa begitu kuat di pagi hari Lebaran.
Salah satu warga, Irwan, menyebut tradisi ini menjadi solusi praktis di tengah kesibukan masyarakat perkotaan. Menurutnya, dengan cara ini warga tidak perlu lagi berkeliling dari rumah ke rumah untuk bersilaturahmi. Cukup dengan satu kali mengikuti barisan, semua tetangga bisa saling bermaafan dalam waktu singkat.
Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan doa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat. Hal ini menambah makna spiritual dalam perayaan Lebaran, tidak hanya sekadar tradisi sosial.
Di tengah kehidupan kota yang cenderung individualistis, tradisi “ular tangga” ini menjadi simbol kuatnya kebersamaan dan kerukunan warga. Duta Kranji menunjukkan bahwa nilai kekeluargaan tetap bisa dijaga, bahkan di lingkungan urban yang padat aktivitas.

Sumber : bekasi terkini
Editor : Tia
Share:

Pejabat Negara hingga 5.000 Warga Hadiri Open House Lebaran Presiden Prabowo di Istana

Babe news, Jakarta, 22/03/2026. Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di Istana Merdeka, Jakarta, saat Presiden Prabowo Subianto menggelar acara open house atau gelar griya dalam rangka Hari Raya Idul Fitri, Sabtu (21/3/2026). Acara ini dihadiri ribuan masyarakat serta sejumlah pejabat tinggi negara yang datang untuk bersilaturahmi.
Sejak siang hari, masyarakat umum sudah mulai memadati kawasan Istana Kepresidenan. Presiden Prabowo terlebih dahulu menyapa dan berinteraksi dengan warga sebelum kemudian menerima kedatangan para pejabat negara pada sesi berikutnya.
Tampak hadir sejumlah tokoh penting, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, serta Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Isyana Bagoes Oka. Selain itu, hadir pula Ketua MPR RI Ahmad Muzani dan Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin.
Sejumlah pejabat lainnya juga terlihat dalam antrean untuk bersalaman langsung dengan Presiden, seperti Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Investasi Rosan Perkasa Roeslani, hingga Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Mereka datang bersama keluarga dalam suasana santai namun tetap penuh penghormatan.
Sebelum menerima tamu undangan lainnya, Presiden Prabowo juga sempat menggelar silaturahmi khusus bersama Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo beserta keluarga masing-masing.
Tradisi gelar griya ini memang menjadi agenda rutin setiap Hari Raya Idul Fitri. Dalam kesempatan tersebut, Istana Kepresidenan dibuka untuk masyarakat umum sebagai bentuk kedekatan antara pemimpin negara dengan rakyatnya.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebutkan bahwa jumlah warga yang hadir diperkirakan mencapai sekitar 4.000 hingga 5.000 orang. Masyarakat diberikan kesempatan untuk datang secara sukarela, selama kapasitas masih memungkinkan.
Para pengunjung masuk melalui pintu belakang Istana Negara dan diarahkan menuju halaman tengah untuk bersalaman langsung dengan Presiden. Tak hanya itu, suasana Lebaran semakin terasa dengan sajian berbagai hidangan khas seperti ketupat, opor ayam, empal gentong, hingga bakso yang disediakan bagi para tamu.
Rangkaian acara berlangsung hingga sore hari dan ditutup sekitar pukul 18.00 WIB dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan.

Sumber : bekasi terkini
Editor : Tia
Share:

Berita Populer