HUT Jakarta ke-499, Ragunan, Monas hingga Museum Gratis Dikunjungi Hari Ini


 Bekasi, 22 Juni 2026 – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan akses gratis ke sejumlah destinasi wisata, museum, fasilitas olahraga, dan kolam renang dalam rangka perayaan HUT ke-499 Jakarta yang jatuh pada Senin (22/6/2026).


Program ini berlaku untuk seluruh masyarakat tanpa dibatasi kepemilikan KTP DKI Jakarta. Selain pada 22 Juni, fasilitas gratis tersebut juga dapat dinikmati kembali pada 27 dan 28 Juni 2026.


Sejumlah lokasi yang dapat dikunjungi tanpa biaya tiket masuk antara lain Taman Margasatwa Ragunan, kawasan Monas, serta Taman Impian Jaya Ancol. Namun, untuk Ancol, pengunjung diwajibkan melakukan reservasi sehari sebelum kunjungan melalui situs resmi Ancol. Program gratis hanya mencakup tiket masuk kawasan dan tidak termasuk wahana maupun biaya kendaraan.


Sementara itu, di Ragunan, promo hanya berlaku untuk tiket masuk pengunjung dan tidak mencakup biaya parkir maupun wahana. Khusus Monas, fasilitas gratis meliputi area pelataran, museum, hingga akses ke puncak monumen.


Pemprov DKI Jakarta juga membuka akses gratis ke 11 museum yang dikelola pemerintah daerah, termasuk Museum Sejarah Jakarta, Museum Wayang, Museum Bahari, Museum Tekstil, Museum Betawi, dan sejumlah museum lainnya.


Selain sektor wisata, masyarakat dapat menikmati fasilitas olahraga dan kolam renang milik Pemprov DKI Jakarta secara gratis di beberapa lokasi yang tersebar di Jakarta Utara, Timur, Selatan, Barat, dan Pusat.


Tak hanya itu, Pemprov DKI Jakarta juga memberlakukan tarif khusus Rp1 untuk layanan transportasi umum MRT Jakarta, LRT Jakarta, dan Transjakarta pada 22, 27, dan 28 Juni 2026 sebagai bagian dari rangkaian perayaan hari jadi ibu kota.


Editor: Rey

Sumber: Kompas.com

Share:

Serapan APBD Kabupaten Bekasi Baru 21 Persen, Sejumlah Proyek Infrastruktur Terancam Tertunda

 

Bekasi, 22 Juni 2026 – Realisasi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bekasi hingga pertengahan tahun 2026 tercatat baru mencapai 21,19 persen dari total pagu anggaran sebesar Rp7,7 triliun. Rendahnya serapan anggaran tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap kelancaran pelaksanaan sejumlah proyek pembangunan, khususnya di sektor infrastruktur.


Berdasarkan data Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD) Kementerian Keuangan per 16 Juni 2026, Pemerintah Kabupaten Bekasi telah merealisasikan belanja sebesar Rp1,6 triliun. Dengan demikian, sekitar 78 persen anggaran daerah masih belum terserap.


Kondisi ini menjadi sorotan masyarakat karena sejumlah program pembangunan dan pelayanan publik dinilai belum berjalan optimal. Salah satu yang mendapat perhatian adalah kerusakan ruas Jalan Cikarang Bekasi Laut (CBL) di wilayah Desa Muktiwari dan Desa Kertamukti, Kecamatan Cibitung, yang hingga kini belum mendapatkan perbaikan permanen.


Warga setempat mengaku kondisi jalan yang rusak telah mengganggu mobilitas dan meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat malam hari maupun ketika hujan. Mereka berharap pemerintah daerah segera merealisasikan pembangunan yang sebelumnya telah dijanjikan setelah dilakukan peninjauan lapangan.


Menanggapi hal tersebut, Saiful Islam menjelaskan bahwa rendahnya serapan anggaran dipengaruhi proses penyesuaian perencanaan proyek akibat perubahan aturan Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP). Perangkat daerah disebut perlu melakukan penghitungan ulang terhadap sejumlah paket pekerjaan agar sesuai dengan ketentuan terbaru.


Selain itu, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) turut berdampak pada meningkatnya biaya konstruksi. Harga material seperti aspal, beton, dan lapisan pondasi agregat mengalami kenaikan sehingga memengaruhi volume pekerjaan yang dapat dilaksanakan dengan anggaran yang tersedia.


DPRD Kabupaten Bekasi berharap proses penyesuaian tersebut segera rampung sehingga proyek-proyek fisik dapat mulai berjalan pada Juli hingga paling lambat Agustus 2026, guna mengejar target pembangunan yang telah direncanakan dalam APBD tahun berjalan.


Editor: Rey

Sumber: PojokBekasi.com

Share:

Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi Digelar di Monas, Diperkirakan Dihadiri 20 Ribu Jemaah


 Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi Digelar di Monas, Diperkirakan Dihadiri 20 Ribu Jemaah


bekasi, 19 Juni 2026 – Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi digelar di kawasan Monas sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-499 Jakarta. Kegiatan ini mengusung tema “Memperkuat Harmoni Keagamaan di Tengah Keberagaman, Transformasi Jakarta Menuju Kota Global” dan diperkirakan dihadiri sekitar 20 ribu jemaah.


Puncak acara berlangsung di Plaza Selatan Monas mulai pukul 17.00 hingga 22.00 WIB dan dijadwalkan dihadiri oleh Pramono Anung. Masyarakat yang hadir diimbau mengenakan pakaian berwarna putih sebagai bentuk penghormatan serta menjaga kekhusyukan acara.


Sejak pagi, rangkaian kegiatan diawali dengan aksi bersih-bersih ribuan masjid dan musala di Jakarta, dilanjutkan ziarah ke makam para ulama dan habaib Betawi. Gubernur Pramono Anung dijadwalkan berziarah ke makam Guru Marzuqi, sementara Wakil Gubernur Rano Karno berziarah ke makam Guru Mughni.


Pada sore hari, kegiatan dilanjutkan dengan Khotmul Quran di Masjid Fatahillah sebelum memasuki acara puncak yang akan diisi tausiyah, zikir, tahlil, doa bersama, penampilan religi, serta sambutan Gubernur DKI Jakarta.


Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim, menyatakan kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan kepada para ulama dan habaib Betawi yang berperan dalam membangun nilai kebersamaan dan kerukunan masyarakat Jakarta.


Rekayasa Lalu Lintas


Untuk mendukung kelancaran acara, Dinas Perhubungan DKI Jakarta menerapkan rekayasa lalu lintas di sekitar kawasan Monas. Masyarakat yang tidak memiliki kepentingan di lokasi acara diimbau menghindari ruas jalan sekitar Monas selama kegiatan berlangsung.


Jalur alternatif yang disiapkan antara lain:


  • Dari Harmoni menuju Bundaran HI melalui Jalan Majapahit – Jalan Medan Merdeka Barat – Jalan MH Thamrin.
  • Arah Tugu Tani melalui Jalan Ir H Juanda – Jalan Pos – Jalan Gedung Kesenian – Jalan Lapangan Banteng Utara – Jalan Lapangan Banteng Barat – Jalan Taman Pejambon – Jalan Pejambon – Jalan Medan Merdeka Timur – Jalan M.I. Ridwan Rais.
  • Menuju Stasiun Gambir dari Harmoni melalui Jalan Majapahit – Jalan Medan Merdeka Barat – Jalan MH Thamrin – Jalan Kebon Sirih – Jalan M.I. Ridwan Rais – Jalan Medan Merdeka Timur.
  • Dari Bundaran HI menuju Harmoni melalui Jalan MH Thamrin – Jalan Medan Merdeka Barat – Jalan Majapahit atau Jalan MH Thamrin – Jalan Budi Kemuliaan – Jalan Abdul Muis – Jalan Majapahit.


Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung tertib, aman, dan tetap menjaga kelancaran mobilitas masyarakat di sekitar pusat kota.


Sumber : tribunjakarta.com

Editor : Rey 

Share:

Berita Populer