Pemkot Bekasi Beri Diskon PBB hingga 87 Persen, Warga Cukup Bayar 13 Persen untuk Tunggakan Lama

Babe News - Bekasi, 28/04/2026. Kabar baik datang bagi warga Bekasi. Pemerintah Kota Bekasi menghadirkan kebijakan keringanan pajak yang cukup besar, khususnya untuk Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Dalam program ini, wajib pajak bisa mendapatkan potongan hingga 87 persen, sehingga hanya perlu membayar sekitar 13 persen dari total tunggakan.
Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya penataan ulang data pajak atau cleansing data, yang bertujuan membuat sistem pengelolaan pajak daerah menjadi lebih rapi, transparan, dan akuntabel. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bekasi, Muhammad Solikhin, menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk membantu masyarakat yang selama ini terbebani tunggakan pajak lama.
Menurut Solikhin, banyak warga sempat terkejut ketika melihat nominal tagihan dalam SPPT PBB-P2 yang terlihat besar. Ia menegaskan bahwa angka tersebut merupakan akumulasi tunggakan sejak tahun 1994 hingga 2020, yang baru terdata secara rinci setelah dilakukan pembaruan sistem.
Meski terlihat tinggi, Solikhin menekankan bahwa jumlah tersebut bukan kewajiban penuh yang harus dibayarkan. Pemerintah justru memberikan keringanan besar agar masyarakat tidak terbebani. “Lewat program ini, warga cukup membayar sebagian kecil saja dari total tagihan,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan untuk memaksa pembayaran atas tunggakan yang sudah melewati batas waktu penagihan. Artinya, data tersebut lebih bersifat informasi pencatatan, bukan kewajiban yang disertai sanksi.
Melalui program ini, Pemkot Bekasi berharap masyarakat bisa memanfaatkan kesempatan untuk menyelesaikan kewajiban pajak lama dengan biaya yang jauh lebih ringan, sekaligus memperjelas status kepemilikan aset mereka.

Sumber : bekasi go
Editor : Tia
Share:

KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur, Perjalanan Kereta Sempat Terganggu

Babe News - Bekasi, 28/04/2026. Insiden kecelakaan kereta api terjadi di wilayah Bekasi Timur pada Senin malam (27/4/2026) sekitar pukul 20.52 WIB. Peristiwa tersebut berlangsung di area emplasemen Stasiun Bekasi Timur, tepatnya di kilometer 28+920, dan melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dengan rangkaian KRL.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) melalui Daop 1 Jakarta menjelaskan bahwa kejadian bermula saat KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi bersinggungan dengan rangkaian KRL di jalur tersebut. Insiden ini langsung berdampak pada operasional perjalanan kereta api di lintas Bekasi Timur dan sekitarnya.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan permohonan maaf kepada para penumpang atas gangguan yang terjadi. Ia memastikan bahwa saat ini petugas KAI bersama aparat kepolisian sudah berada di lokasi untuk melakukan evakuasi rangkaian kereta serta penanganan korban.
Sebagai langkah pengamanan, aliran listrik atas (LAA) di jalur Cibitung hingga Bekasi Timur untuk sementara dimatikan. Hal ini dilakukan agar proses evakuasi dapat berjalan dengan aman dan lancar. Selain itu, petugas juga terus berkoordinasi untuk mempercepat pemulihan perjalanan kereta agar dapat kembali normal secepat mungkin.
Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam tahap penyelidikan. Begitu pula dengan jumlah perjalanan kereta yang terdampak, masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait.
KAI juga mengingatkan masyarakat agar selalu berhati-hati dan mematuhi aturan keselamatan, terutama saat berada di sekitar jalur rel dan perlintasan, guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Sumber : CNBC Indonesia
Editor : Tia
Share:

Kepala Sekolah di Jawa Barat Kompak Dukung Program Sekolah Manusia Unggul Gagasan Dedi Mulyadi

Babe News - Bekasi, 28/04/2026. Program Sekolah Manusia Unggul (Maung) yang digagas oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendapat sambutan positif dari berbagai kepala sekolah tingkat SMA di Jawa Barat. Sejumlah pimpinan sekolah menilai program ini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus mencetak generasi yang lebih kompetitif.
Salah satu dukungan datang dari Kepala SMAN 1 Bekasi, Mukaromah. Ia menilai kehadiran Sekolah Maung seperti menghidupkan kembali konsep sekolah unggulan yang dulu sempat ada, seperti program RSBI. Menurutnya, program ini menjadi harapan baru bagi dunia pendidikan di daerah.
Mukaromah juga melihat bahwa Sekolah Maung dapat mendorong setiap daerah memiliki sekolah unggulan dengan kualitas terbaik. Ia menyebut, tidak hanya guru yang menginginkan hal tersebut, tetapi juga siswa hingga para alumni yang berharap sekolahnya mampu bersaing dan menjadi yang terbaik.
Hal senada disampaikan oleh Kepala SMAN 2 Cibinong, Elis Nurhayati. Ia menyambut baik program tersebut dan berharap Sekolah Maung dapat menjadi wadah lahirnya sumber daya manusia unggul, baik dari sisi tenaga pendidik, peserta didik, maupun dukungan dari orang tua.
Menurut Elis, program ini juga membuka peluang lebih luas bagi siswa berprestasi untuk melanjutkan pendidikan sesuai dengan potensi yang dimiliki. Dengan demikian, akses pendidikan berkualitas dapat dirasakan lebih merata oleh para pelajar, khususnya lulusan SMP dan MTs.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Tasikmalaya, Yonandi, turut memberikan pandangan positif. Ia menilai program Sekolah Maung mampu mengoptimalkan potensi siswa secara lebih terarah, sehingga kualitas pendidikan dapat meningkat secara menyeluruh.
Para kepala sekolah berharap, program ini tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar diwujudkan secara konsisten agar mampu memberikan dampak nyata bagi kemajuan pendidikan di Jawa Barat. Selain itu, program ini juga diharapkan berkontribusi dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Sumber : tv one
Editor : Tia
Share:

Berita Populer