Bekasi, 30 Mei 2026 - Krisis energi global akibat konflik di Timur Tengah mendorong banyak negara kembali mengandalkan batu bara sebagai sumber energi yang dinilai lebih mudah diakses dan tersedia dalam jangka pendek. Laporan World Energy Investment 2026 dari International Energy Agency (IEA) menunjukkan investasi pasokan batu bara global diperkirakan mencapai 180 miliar dollar AS pada 2026.
Gangguan pasokan energi melalui Selat Hormuz membuat isu keamanan energi kembali menjadi perhatian utama. Kondisi ini mendorong negara-negara untuk memanfaatkan sumber energi domestik, termasuk batu bara, di samping energi terbarukan dan nuklir.
China menjadi penyumbang terbesar investasi batu bara dunia dengan porsi hampir 70 persen dari total investasi global. Sementara itu, India menempati posisi kedua dengan peningkatan investasi hingga tiga kali lipat dalam satu dekade terakhir.
IEA memperkirakan krisis energi saat ini akan memperkuat penggunaan batu bara di pasar-pasar utama Asia dalam jangka pendek, terutama untuk mempertahankan operasional pembangkit listrik tenaga batu bara yang sudah ada guna menjaga ketahanan pasokan energi.
Sumber:Kompas.com
Editor : rey







