Ratusan Buruh Pabrik di Cilincing Mogok Kerja, Persoalan THR dan Status Kerja Jadi Pemicu

Babe News - Jakarta, 14/03/2026. Sekitar 200 pekerja dari PT Amos Indah Indonesia melakukan aksi mogok kerja di kawasan Kawasan Berikat Nusantara (KBN), Cilincing, Jakarta Utara pada Kamis (12/3/2026). Aksi tersebut dipicu oleh polemik mengenai pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) serta ketidakjelasan status pekerjaan para buruh yang hingga kini belum menemukan solusi.
Ketua Basis Federasi Serikat Buruh Persatuan Indonesia (FSBPI) sekaligus buruh di perusahaan tersebut, Lindah, menjelaskan bahwa konflik antara pekerja dan pihak perusahaan sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. Ia menyebut, permasalahan tersebut sudah muncul sejak beberapa tahun lalu.
Menurut Lindah, para buruh telah memiliki Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dengan perusahaan sejak 2017. Dalam perjanjian itu disebutkan bahwa pekerja kontrak yang telah memenuhi masa kerja tertentu seharusnya diangkat menjadi karyawan tetap.
Namun dalam praktiknya, kata Lindah, kebijakan tersebut tidak lagi dijalankan sejak 2022. Alih-alih diangkat menjadi karyawan tetap, masa kontrak para pekerja justru terus diperpanjang dengan jangka waktu yang semakin singkat.
Ia menyebut beberapa pekerja bahkan hanya mendapatkan perpanjangan kontrak selama satu bulan, dan dalam beberapa kasus hanya tiga hari. Kondisi tersebut membuat para pekerja merasa tidak memiliki kepastian kerja.
Ketidakpuasan buruh kemudian memicu penolakan terhadap perpanjangan kontrak pada 2023. Para pekerja menuntut agar perusahaan menjalankan kewajiban sesuai dengan isi PKB, yakni mengangkat mereka sebagai karyawan tetap.
Perselisihan tersebut akhirnya berlanjut ke proses perundingan hingga masuk ke jalur hukum. Lindah mengatakan bahwa serikat buruh sempat memenangkan perkara tersebut di pengadilan pada akhir 2024.
Namun hingga kini, menurutnya, keputusan tersebut belum dijalankan oleh perusahaan. Pihak perusahaan disebut beralasan bahwa perkara tersebut masih berada dalam tahap kasasi sehingga belum dapat dieksekusi.
Situasi kembali memanas menjelang Hari Raya Idul Fitri. Lindah mengungkapkan bahwa pihak perusahaan meminta para pekerja untuk menandatangani surat pengunduran diri.
Menurutnya, perusahaan menyampaikan bahwa THR dan sisa upah bulanan tidak akan diberikan apabila para pekerja menolak menandatangani surat tersebut.
Selain itu, para buruh juga tidak mendapatkan kepastian apakah mereka masih dapat kembali bekerja setelah libur Lebaran apabila tidak mengundurkan diri.
Kondisi tersebut membuat sebagian pekerja merasa tertekan. Lindah memperkirakan lebih dari 100 orang akhirnya memilih mengundurkan diri karena khawatir kehilangan hak mereka.
Sementara itu, para pekerja yang masih bertahan memilih melakukan aksi mogok kerja hingga Selasa (17/3/2026). Mereka menuntut adanya kepastian mengenai status pekerjaan sebelum kembali menjalankan aktivitas kerja di pabrik.
Lindah menjelaskan bahwa mayoritas pekerja di perusahaan tersebut adalah perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga. Oleh karena itu, ketidakpastian pekerjaan sangat berdampak pada kehidupan ekonomi mereka.
Ia menambahkan, kondisi tersebut membuat para pekerja khawatir mengenai keberlangsungan hidup mereka, mulai dari biaya sewa tempat tinggal, kebutuhan sehari-hari, hingga biaya pendidikan anak.
Sementara itu, hingga berita ini disusun, pihak perusahaan belum memberikan keterangan resmi terkait aksi mogok kerja yang dilakukan oleh para buruh.

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

Iran Kembali Luncurkan Serangan Rudal ke Israel, Gunakan Senjata Hipersonik

Babe News - Bekasi, 14/03/2026. Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengklaim telah meluncurkan serangan rudal besar-besaran ke wilayah Israel serta beberapa fasilitas militer Amerika Serikat yang berada di kawasan Timur Tengah. Serangan tersebut dilaporkan terjadi pada Jumat (13/3) waktu setempat dan disebut sebagai gelombang serangan ke-44 yang dilakukan oleh Iran.
Menurut pernyataan resmi IRGC, sejumlah rudal balistik dengan berbagai jenis diluncurkan dalam serangan tersebut. Beberapa di antaranya merupakan rudal hipersonik yang dikenal memiliki kecepatan sangat tinggi serta kemampuan manuver yang sulit dideteksi sistem pertahanan udara.
Jenis rudal yang disebut digunakan dalam serangan ini antara lain Khorramshahr, Kheiber Shekan, dan Fattah yang termasuk kategori rudal hipersonik. Selain itu, rudal balistik lain seperti Imad dan Qadr juga dilaporkan ikut ditembakkan menuju sejumlah target.
Serangan rudal tersebut disebut menghantam beberapa wilayah di bagian utara Israel, termasuk kota Kiryat Shmona, Haifa, serta Hadera. Selain itu, rudal juga diarahkan ke sejumlah lokasi yang berkaitan dengan fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
IRGC menyatakan bahwa serangan ini dilakukan sebagai bentuk peringatan atas wafatnya sejumlah tokoh penting di kawasan tersebut. Di antaranya adalah Jenderal militer Iran Qasem Soleimani, pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah, serta tokoh Palestina Yahya Sinwar.
Media Iran menyebut serangan ini sebagai bagian dari kelanjutan operasi militer yang mereka sebut sebagai Operation True Promise 4. Operasi tersebut sebelumnya juga diklaim berhasil menyerang sejumlah titik strategis militer Israel, termasuk di wilayah Tel Aviv, Eilat, dan kawasan barat Al-Quds (Jerusalem).
Dalam perkembangan lain, IRGC juga mengklaim telah berhasil menjatuhkan sebuah pesawat pengisian bahan bakar militer milik Amerika Serikat, yaitu Boeing KC-130 Stratotanker. Pesawat tersebut dilaporkan sedang menjalankan misi pengisian bahan bakar untuk jet tempur Israel ketika serangan terjadi.
Menurut klaim pihak Iran, insiden tersebut menyebabkan enam awak pesawat tewas. Namun hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Amerika Serikat maupun Israel terkait laporan tersebut.
Melalui pernyataan resminya, IRGC juga memberikan peringatan keras kepada militer Amerika Serikat yang berada di wilayah Timur Tengah. Mereka mendesak agar pasukan Amerika segera meninggalkan kawasan tersebut.
IRGC menyatakan bahwa jika pasukan Amerika tetap bertahan, maka mereka berpotensi menjadi target serangan di berbagai lokasi, termasuk di fasilitas militer maupun tempat-tempat strategis lainnya.
Sementara itu, ajudan senior IRGC, Ali Fadavi, sebelumnya menyatakan bahwa operasi militer yang dijalankan Iran telah memberikan tekanan besar terhadap kekuatan militer Amerika Serikat dan Israel di kawasan tersebut.
Menurutnya, sejak pelaksanaan Operation True Promise 4, keseimbangan kekuatan di Timur Tengah mulai berubah dan dinilai lebih menguntungkan kelompok yang mereka sebut sebagai “Front Perlawanan”.

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

Kisah Haru Bocah 4 Tahun di Pulo Gadung Memulung Botol Bekas Saat Ayah Dipenjara

Babe News - Jakarta, 14/03/2026. Sekitar 200 pekerja dari PT Amos Indah Indonesia melakukan aksi mogok kerja di kawasan Kawasan Berikat Nusantara (KBN), Cilincing, Jakarta Utara pada Kamis (12/3/2026). Aksi tersebut dipicu oleh polemik mengenai pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) serta ketidakjelasan status pekerjaan para buruh yang hingga kini belum menemukan solusi.
Ketua Basis Federasi Serikat Buruh Persatuan Indonesia (FSBPI) sekaligus buruh di perusahaan tersebut, Lindah, menjelaskan bahwa konflik antara pekerja dan pihak perusahaan sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. Ia menyebut, permasalahan tersebut sudah muncul sejak beberapa tahun lalu.
Menurut Lindah, para buruh telah memiliki Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dengan perusahaan sejak 2017. Dalam perjanjian itu disebutkan bahwa pekerja kontrak yang telah memenuhi masa kerja tertentu seharusnya diangkat menjadi karyawan tetap.
Namun dalam praktiknya, kata Lindah, kebijakan tersebut tidak lagi dijalankan sejak 2022. Alih-alih diangkat menjadi karyawan tetap, masa kontrak para pekerja justru terus diperpanjang dengan jangka waktu yang semakin singkat.
Ia menyebut beberapa pekerja bahkan hanya mendapatkan perpanjangan kontrak selama satu bulan, dan dalam beberapa kasus hanya tiga hari. Kondisi tersebut membuat para pekerja merasa tidak memiliki kepastian kerja.
Ketidakpuasan buruh kemudian memicu penolakan terhadap perpanjangan kontrak pada 2023. Para pekerja menuntut agar perusahaan menjalankan kewajiban sesuai dengan isi PKB, yakni mengangkat mereka sebagai karyawan tetap.
Perselisihan tersebut akhirnya berlanjut ke proses perundingan hingga masuk ke jalur hukum. Lindah mengatakan bahwa serikat buruh sempat memenangkan perkara tersebut di pengadilan pada akhir 2024.
Namun hingga kini, menurutnya, keputusan tersebut belum dijalankan oleh perusahaan. Pihak perusahaan disebut beralasan bahwa perkara tersebut masih berada dalam tahap kasasi sehingga belum dapat dieksekusi.
Situasi kembali memanas menjelang Hari Raya Idul Fitri. Lindah mengungkapkan bahwa pihak perusahaan meminta para pekerja untuk menandatangani surat pengunduran diri.
Menurutnya, perusahaan menyampaikan bahwa THR dan sisa upah bulanan tidak akan diberikan apabila para pekerja menolak menandatangani surat tersebut.
Selain itu, para buruh juga tidak mendapatkan kepastian apakah mereka masih dapat kembali bekerja setelah libur Lebaran apabila tidak mengundurkan diri.
Kondisi tersebut membuat sebagian pekerja merasa tertekan. Lindah memperkirakan lebih dari 100 orang akhirnya memilih mengundurkan diri karena khawatir kehilangan hak mereka.
Sementara itu, para pekerja yang masih bertahan memilih melakukan aksi mogok kerja hingga Selasa (17/3/2026). Mereka menuntut adanya kepastian mengenai status pekerjaan sebelum kembali menjalankan aktivitas kerja di pabrik.
Lindah menjelaskan bahwa mayoritas pekerja di perusahaan tersebut adalah perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga. Oleh karena itu, ketidakpastian pekerjaan sangat berdampak pada kehidupan ekonomi mereka.
Ia menambahkan, kondisi tersebut membuat para pekerja khawatir mengenai keberlangsungan hidup mereka, mulai dari biaya sewa tempat tinggal, kebutuhan sehari-hari, hingga biaya pendidikan anak.
Sementara itu, hingga berita ini disusun, pihak perusahaan belum memberikan keterangan resmi terkait aksi mogok kerja yang dilakukan oleh para buruh.

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

Berita Populer