Pemkot Bekasi Percepat Penanganan Genangan Limbah di Medansatria, Normalisasi Saluran Segera Dilakukan


 Bekasi, 3 Agustus 2026 - Pemerintah Kota Bekasi merespons keluhan masyarakat terkait genangan air limbah rumah tangga yang terjadi di Jalan Tanafit, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medansatria. Wali Kota Bekasi Tri Adhianto turun langsung meninjau lokasi guna memastikan penyebab permasalahan sekaligus menyiapkan langkah penanganan, Minggu (2/8/2026).


Dalam peninjauan tersebut, Tri Adhianto didampingi Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Idi Sutanto, Camat Medansatria Budi Rahman, serta jajaran perangkat daerah terkait.


Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, genangan yang selama ini dikeluhkan warga diketahui bukan disebabkan oleh luapan sungai saat hujan. Permasalahan muncul karena saluran pembuangan limbah rumah tangga tidak dapat mengalir dengan baik akibat tertutup bangunan liar.


Kondisi tersebut menyebabkan air limbah berwarna hitam dan berbau menyengat menggenangi kawasan permukiman. Selain mengganggu aktivitas sehari-hari warga, genangan tersebut juga dinilai berpotensi menimbulkan dampak terhadap kesehatan lingkungan.


Warga setempat mengungkapkan persoalan itu telah berlangsung selama bertahun-tahun dan berharap adanya langkah nyata dari pemerintah untuk mengatasinya.


Menanggapi kondisi tersebut, Tri Adhianto menegaskan bahwa penertiban bangunan liar akan dipercepat agar proses normalisasi saluran dapat segera dilakukan. Ia juga meminta seluruh perangkat daerah bergerak cepat dan bekerja secara terpadu untuk menyelesaikan persoalan tersebut.


Pemerintah Kota Bekasi menargetkan penertiban bangunan liar dan normalisasi saluran menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi genangan air limbah di wilayah Medansatria. Upaya tersebut diharapkan dapat mengembalikan fungsi saluran drainase, meningkatkan kualitas lingkungan, serta menciptakan kawasan permukiman yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.


Sumber: bekasi.pojoksatu.id

Share:

Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di Perairan Sumenep, Ratusan Penumpang Dievakuasi Tim SAR


 Bekasi, 03 agustus 2026 - Musibah kebakaran menimpa KM Mutiara Sentosa 2 yang melayani rute Surabaya–Makassar di perairan utara Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Minggu (2/8/2026). Insiden tersebut memicu operasi penyelamatan besar-besaran yang melibatkan tim SAR gabungan bersama sejumlah kapal niaga, kapal tunda, hingga nelayan setempat.


Berdasarkan data resmi hingga Minggu (2/8/2026) pukul 21.00 WIB, sebanyak 236 orang berhasil dievakuasi dari total 271 orang yang tercatat dalam manifes kapal. Dari jumlah tersebut, 231 orang dinyatakan selamat, sementara lima orang meninggal dunia. Adapun manifes kapal terdiri dari 232 penumpang, 26 anak buah kapal (ABK), dan 13 ABK tambahan.


Kebakaran dilaporkan mulai terjadi sekitar pukul 06.00–07.00 WIB saat kapal berada di perairan utara Madura. Nahkoda sempat mengirimkan informasi darurat kepada pihak perusahaan sebelum komunikasi dengan kapal terputus.


Laporan resmi mengenai insiden tersebut diterima Kantor SAR Surabaya pada pukul 08.24 WIB dari Syahbandar Tanjung Perak dan PT Atosim Lampung Pelayaran. Tim SAR kemudian berkoordinasi dengan Stasiun Radio Pantai (SROP) Kalianget untuk memastikan posisi kapal.


Sekitar pukul 09.45 WIB, KM Meratus Project 3 yang berada di sekitar lokasi mengonfirmasi posisi KM Mutiara Sentosa 2 berada sekitar 19 mil laut di utara Pulau Sapudi. Saat ditemukan, sebagian besar badan kapal telah dilalap api, sementara ratusan penumpang bertahan di bagian haluan dan anjungan kapal menunggu bantuan.


Api yang terus membesar membuat sejumlah penumpang memilih melompat ke laut untuk menyelamatkan diri. Mereka kemudian dievakuasi oleh kapal tunda TB Hasnur 26, Kapal British Mentor, serta armada penyelamat lainnya yang dikerahkan dalam operasi tersebut.


Operasi pencarian melibatkan sedikitnya 12 armada kapal, di antaranya KM Meratus Pematang Siantar, TB Hasnur 26, KM Meratus Project 3, Transko Arafura, KM Selaras Mas, SC Aila XVII, Kapal British Mentor, perahu nelayan Ambunten, dan Kapal Icon Daniel. Para korban dievakuasi ke sejumlah pelabuhan, termasuk Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Pelabuhan Kalianget Sumenep, dan Pelabuhan Lombok untuk mendapatkan penanganan medis serta pendataan.


Plt Kasi Humas Polresta Sumenep, Ipda Ardan, menyatakan tim gabungan masih melakukan penyisiran dan pendataan terhadap penumpang yang belum ditemukan. Menurutnya, data korban masih bersifat dinamis dan akan terus diperbarui seiring berlangsungnya operasi SAR.


Sementara itu, Pelindo Regional 3 memastikan seluruh kapal evakuasi yang membawa korban memperoleh prioritas sandar di Pelabuhan Tanjung Perak. Di sisi lain, BPBD Kabupaten Sumenep juga telah mendirikan posko darurat dan layanan kesehatan di Pelabuhan Kalianget untuk membantu proses penanganan korban.


Hingga berita ini diturunkan, Basarnas, Polairud, TNI AL, dan unsur terkait masih melanjutkan pencarian di wilayah laut utara Pulau Sapudi. Penyebab kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 masih dalam penyelidikan pihak kepolisian bersama otoritas perhubungan.


Sumber: Kompas.com

Share:

Penundaan Aksi Militer AS ke Iran Tekan Harga Minyak Global, Brent dan WTI Merosot Tajam


 Bekasi, 03 agustus 2026 - Harga minyak dunia mengalami penurunan tajam pada perdagangan awal sesi Asia, Senin (3/8/2026), menyusul keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunda rencana serangan baru terhadap Iran. Keputusan tersebut memunculkan optimisme pasar bahwa ketegangan di kawasan Timur Tengah dapat mereda sehingga jalur pelayaran strategis Selat Hormuz berpotensi kembali beroperasi secara normal.


Harga minyak mentah Brent tercatat turun sebesar 4,08 dollar AS atau sekitar 4,64 persen menjadi 83,85 dollar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga melemah 4,01 dollar AS atau 4,74 persen ke level 80,66 dollar AS per barel.


Meski mengalami koreksi signifikan, kedua kontrak minyak tersebut masih membukukan kenaikan lebih dari 20 persen sepanjang bulan lalu. Kenaikan tersebut dipicu meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang sempat mengganggu kekhawatiran terhadap pasokan energi global.


Sinyal meredanya konflik mulai terlihat setelah Donald Trump pada Sabtu (1/8/2026) menyampaikan melalui platform Truth Social bahwa Iran bersama sejumlah negara di Timur Tengah meminta waktu untuk menyelesaikan kesepakatan yang bertujuan membuka kembali Selat Hormuz serta meredakan ancaman terkait program nuklir Iran.


Analis pasar dari IG, Tony Sycamore, menilai perhatian pelaku pasar kini tertuju pada keberlangsungan proses diplomasi tersebut. Menurutnya, pasar masih mewaspadai kemungkinan gagalnya perundingan yang dapat kembali memicu ketegangan dan mengganggu distribusi minyak dunia.


Di tengah perkembangan tersebut, data pelayaran menunjukkan dua kapal tanker yang mengangkut minyak Arab Saudi berhasil melintasi Selat Bab el-Mandeb pada akhir pekan. Namun, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz masih berlangsung lebih lambat setelah adanya laporan serangan terhadap sejumlah kapal tanker. United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) juga melaporkan tiga insiden serangan baru terhadap kapal tanker sejak Sabtu (1/8/2026).


Sementara itu, kelompok produsen minyak OPEC+ pada Minggu (2/8/2026) menyepakati kenaikan kuota produksi sekitar 188.000 barel per hari mulai September 2026. Kebijakan tersebut menandai berakhirnya pencabutan bertahap pemangkasan produksi sukarela yang sebelumnya diterapkan. Meski demikian, tambahan pasokan diperkirakan belum memberikan dampak besar karena distribusi minyak dari kawasan Teluk, Rusia, dan Kazakhstan masih terdampak konflik di Iran maupun perang yang masih berlangsung di Ukraina.


Sumber: kompas.com

Share:

Berita Populer