Kebakaran Pabrik Pelumas di Bekasi, Diduga Dipicu Mesin Produksi


Babe News - Bekasi, 21/04/2026. Kebakaran terjadi di sebuah pabrik pelumas padat atau minyak gemuk milik PT Harfacindo Raya yang berlokasi di kawasan Bojong Menteng, Rawalumbu, Kota Bekasi, pada Senin (20/4/2026) sekitar pukul 11.25 WIB. Insiden ini sempat mengundang perhatian warga karena asap hitam pekat terlihat membumbung tinggi dari area pabrik.
Menurut keterangan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bekasi, sumber api diduga berasal dari salah satu mesin produksi, tepatnya mesin pemanas (heater) yang digunakan dalam proses pembuatan pelumas. Saat kejadian, karyawan sempat berusaha memadamkan api, namun kobaran justru semakin membesar dan sulit dikendalikan.
Petugas pemadam kebakaran yang menerima laporan langsung bergerak cepat ke lokasi. Dalam proses penanganan, sebanyak tujuh unit mobil pemadam kebakaran dan dua unit kendaraan penyelamat dikerahkan untuk menjinakkan api. Upaya pemadaman berlangsung cukup intens mengingat lokasi pabrik berada di area permukiman yang cukup padat, sehingga ada risiko api merambat ke bangunan di sekitarnya.
Setelah berjibaku selama kurang lebih dua jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.20 WIB. Area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 50 meter persegi. Meski sempat menimbulkan kepanikan, tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini.
Petugas juga melakukan langkah pengamanan dengan mengisolasi titik kebakaran guna mencegah penyebaran api. Hingga saat ini, pihak terkait masih melakukan pendataan untuk menghitung total kerugian materiil akibat insiden tersebut.

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

Polisi Ungkap Motif Penikaman Nus Kei, Diduga Dipicu Aksi Balas Dendam Lama

Babe News - Bekasi, 21/04/2026. Kasus penikaman yang menewaskan Ketua DPC Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora, mulai menemukan titik terang. Pihak kepolisian mengungkap bahwa aksi tersebut diduga dilatarbelakangi motif balas dendam dari para pelaku.
Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Rositah Umasugi, menjelaskan bahwa pelaku menyimpan dendam lama terhadap korban. Hal itu berkaitan dengan peristiwa pembunuhan yang terjadi beberapa tahun lalu, tepatnya pada 2020. Dalam kasus tersebut, korban disebut-sebut sebagai pihak yang diduga berperan di balik tewasnya saudara dari pelaku.
Peristiwa yang menjadi latar belakang dendam itu terjadi di kawasan Kalimalang, Bekasi, tepatnya di sekitar Apartemen Metro Galaxy, Jakarta. Sejak saat itu, pelaku diduga menyimpan rasa sakit hati hingga akhirnya melakukan aksi penyerangan. Saat itu, Nus Kei baru saja tiba setelah melakukan perjalanan dari Jakarta.
Menurut keterangan polisi, pelaku tiba-tiba mendekati korban dan langsung melakukan penikaman menggunakan senjata tajam. Setelah melakukan aksinya, pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.
Korban yang mengalami luka serius sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan pengejaran terhadap pelaku serta mendalami lebih lanjut kronologi dan keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut.

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

Polisi Ungkap Motif Penikaman Nus Kei, Diduga Dipicu Aksi Balas Dendam Lama

Babe News - Bekasi, 21/04/2026. Kasus penikaman yang menewaskan Ketua DPC Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora, mulai menemukan titik terang. Pihak kepolisian mengungkap bahwa aksi tersebut diduga dilatarbelakangi motif balas dendam dari para pelaku.
Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Rositah Umasugi, menjelaskan bahwa pelaku menyimpan dendam lama terhadap korban. Hal itu berkaitan dengan peristiwa pembunuhan yang terjadi beberapa tahun lalu, tepatnya pada 2020. Dalam kasus tersebut, korban disebut-sebut sebagai pihak yang diduga berperan di balik tewasnya saudara dari pelaku.
Peristiwa yang menjadi latar belakang dendam itu terjadi di kawasan Kalimalang, Bekasi, tepatnya di sekitar Apartemen Metro Galaxy, Jakarta. Sejak saat itu, pelaku diduga menyimpan rasa sakit hati hingga akhirnya melakukan aksi penyerangan. Saat itu, Nus Kei baru saja tiba setelah melakukan perjalanan dari Jakarta.
Menurut keterangan polisi, pelaku tiba-tiba mendekati korban dan langsung melakukan penikaman menggunakan senjata tajam. Setelah melakukan aksinya, pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.
Korban yang mengalami luka serius sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan pengejaran terhadap pelaku serta mendalami lebih lanjut kronologi dan keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut.

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

Berita Populer