Dendam Utang Diduga Jadi Motif Pembunuhan Pria di TPU Jakasampurna Bekasi

Babe News - Bekasi, Kepolisian Daerah Metro Jaya berhasil mengungkap kasus pembunuhan yang terjadi di kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kompleks Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan dua orang terduga pelaku pada Rabu (14/1/2026).
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menjelaskan bahwa peristiwa pembunuhan itu terjadi pada Minggu (11/1/2026). Korban diketahui merupakan seorang pria berinisial MDT yang ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di area pemakaman.
“Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya telah berhasil mengungkap kasus dugaan pembunuhan di wilayah Bekasi Barat dan mengamankan dua orang yang diduga terlibat langsung,” ujar Budi kepada wartawan, Rabu siang.
Dua terduga pelaku yang ditangkap masing-masing berinisial JP dan G. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, keduanya diduga berperan sebagai pelaku utama dalam aksi penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Dari keterangan awal yang diperoleh penyidik, motif pembunuhan ini diduga dipicu oleh dendam lama yang berkaitan dengan persoalan utang-piutang antara korban dan para pelaku. Konflik tersebut disebut telah berlangsung sebelumnya dan berujung pada aksi kekerasan.
Dalam pengungkapan kasus ini, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti. Beberapa di antaranya adalah ikat pinggang yang diduga digunakan untuk mencekik korban, beberapa unit telepon seluler, tas milik korban, serta pakaian yang diduga berkaitan dengan kejadian pembunuhan.
“Seluruh barang bukti sudah kami amankan. Saat ini para pelaku masih menjalani pemeriksaan secara intensif untuk mendalami kronologi kejadian dan melengkapi berkas penyidikan,” jelas Budi.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa proses hukum terhadap para pelaku akan terus berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, sambil menunggu hasil pendalaman lanjutan dari penyidik.

Sumber : sindo news
Editor : Tia
Share:

13 Desa di Empat Kecamatan Kabupaten Bekasi Masih Terendam Banjir

Babe News - Bekasi, Banjir masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Hingga Rabu siang (14/1/2026) pukul 13.00 WIB, tercatat sebanyak 13 desa yang tersebar di empat kecamatan masih tergenang air dengan ketinggian bervariasi antara 10 hingga 100 sentimeter. Meski demikian, kondisi banjir dilaporkan mulai berangsur surut dibandingkan hari sebelumnya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, menyampaikan bahwa wilayah terdampak saat ini berada di Kecamatan Muaragembong, Tarumajaya, Babelan, dan Cabangbungin.
“Per hari ini, jumlah desa yang terdampak banjir ada 13 desa di empat kecamatan. Kondisinya sudah lebih baik dibanding kemarin,” ujar Dodi, Rabu.
Menurut Dodi, jumlah wilayah terdampak mengalami penurunan. Pada hari sebelumnya, banjir sempat meluas hingga enam kecamatan. Penyusutan genangan terjadi seiring berkurangnya intensitas hujan dan mulai surutnya debit air di beberapa titik.
Dodi juga mengungkapkan bahwa banjir berdampak pada sekitar 6.250 kepala keluarga (KK) hingga siang ini. BPBD Kabupaten Bekasi telah menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak serta terus berkoordinasi dengan dinas dan instansi terkait untuk memastikan penanganan berjalan optimal.
“Kami sudah menyalurkan bantuan kebutuhan dasar kepada warga dan terus melakukan pemantauan di lapangan,” katanya.
Sebelumnya, pada Selasa (13/1/2026) pukul 18.00 WIB, BPBD mencatat sebanyak 6.840 KK terdampak banjir yang melanda 15 desa di enam kecamatan. Kecamatan yang sempat terdampak saat itu antara lain Muaragembong, Cabangbungin, Sukawangi, Babelan, Tarumajaya, dan Tambun Selatan.

Sumber : Metro TV
Editor : Tia
Share:

Nyamar Jadi Tamu Undangan, Seorang Perempuan di Bekasi Kepergok Curi Amplop Nikahan

Babe News - Bekasi, Sebuah video yang memperlihatkan seorang perempuan diamankan warga saat acara pernikahan di kawasan Mustikajaya, Kota Bekasi, Jawa Barat, viral di media sosial. Perempuan tersebut diduga berpura-pura menjadi tamu undangan untuk mencuri amplop berisi uang dari acara hajatan tersebut.
Dalam video yang beredar dan dilihat pada Rabu (14/1/2026), tampak sejumlah warga mengerumuni pelaku. Beberapa di antaranya terdengar meluapkan emosi dan menyoraki perempuan tersebut yang sudah diamankan di lokasi acara.
Kapolsek Bantargebang, Kompol Sukadi, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan bahwa pelaku bersama pihak korban telah dibawa ke Polsek Bantargebang untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
“Pelaku dan korban sudah kami bawa ke Polsek untuk dilakukan pendataan dan klarifikasi,” ujar Sukadi saat dikonfirmasi.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, diketahui bahwa perempuan tersebut tidak memiliki hubungan keluarga maupun pertemanan dengan pihak pengantin. Ia datang ke acara pernikahan dengan berpura-pura sebagai tamu undangan.
“Pelaku bukan kerabat atau kenalan dari pihak yang menggelar acara. Dari tangannya ditemukan uang hasil mengambil amplop sebesar Rp420 ribu,” jelas Sukadi.
Meski sempat menimbulkan keributan di lokasi acara, pihak korban memilih menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Setelah dilakukan musyawarah antara kedua belah pihak, kasus tersebut tidak dilanjutkan ke proses hukum.
“Korban memutuskan untuk menyelesaikan secara musyawarah, sehingga tidak ada laporan pidana yang dibuat,” tambahnya.

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

Berita Populer